Our Banner

Photobucket

Minggu, 10 April 2011

Daftar Susu Formula Yang Terbebas Dari Bakteri sakazakii Versi BPOM


Masih hangat di ingatan kita ribut ribut tentang susu formula yang tercemar dari bakteri sakazakii, tetapi banyak diantara kita yang masih belum mengetahui susu apa saja yang aman dari bakteri tersebut. Berikut ini kami tampilkan daftar susu yang terbebas dari bakteri sakazakii tersebut menurut versi BPPOM Semarang

SEMARANG
- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang, Jawa Tengah menyatakan 25 merek susu formula terbebas dari bakteri sakazakii.

Kepala BOM Semarang, Supriyanto Utomo mengatakan hasil ini didapat dari uji laboratorium. “Hasil uji lab terhadap 25 susu formula sudah dapat kami sampaikan, hasilnya tidak satupun susu formula yag kami u ji itu mengandung cemarang bakteri sakazakii” ujar Supriyanto dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (5/4/2011).

Pengujian dilakukan agar masyarakat terlindung dari produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan, terutama produk susu formula bayi. Uji labotarium juga dilakukan meresponi kekhawatiran masyarakat mengenai cemaran Enterobacter Sakazakii pada susu formula bayi.

“Tim kami mengambil sampel dengan cara membeli langsung 25 merek susu formula yang beredar dipasaran. Pemilihan merek dilakukan secara acak atau dipilih yang memang merupakan produk yang banyak menajdi pilihan masyarakat,” imbuhnya lagi.

Kedua puluh lima merek yang diuji dan telah dinyatakan bebas dari bakteri sakazakii adalah, Vitalac 1, Anmum Infacare 1, Lactogen 1, SGM Presenutri 1, Nenelac 1, Vitalac bl,Lactogen 1 klasik, Nutrilon Royal, BMT susu formula 1, Nutrilon, S 26 tahap 1,Frisan Flag susu formula bayi 1,Nutrilon Hypo Allergenic 1, S26 PDF Gold, AL 110, Neosure 1, Pregestimil,Nl 33,Pre nan, Similac Advance, S 26 Gold 1,Nan H.A 1,Isomil Advance, EnfamilA+Pf, dan Enfamil A+Ha

Hasil ini akan dikirim ke Balai Besar POM di Jakarta untuk dibandingkan dengan hasil uji labotarium dari daerah lain. “Setelah itu baru diputuskan apakah perlu melakujkan uji lab lagi dengan merek berbeda,” ujar Supriyanto

Taken from okezone.com
Edited by drt

Virus Nyamuk Afrika Ditularkan Lewat Hubungan Seks ??

Ada artikel menarik tentang penularan sakit yang disebabkan oleh virus melalui hubungan seks, silahkan disimak uraian singkat berikut ini..

Fort Collins, Colorado, Ilmuwan mendokumentasikan kasus langka, yakni seorang pria mengalami nyeri sendi akibat gigitan nyamuk saat bepergian ke Afrika. Anehnya penyakit itu ditularkan ke istrinya bukan melalui gigitan nyamuk lain, tetapi lewat hubungan seks.

Pria itu tak lain adalah sang ilmuwan sendiri yakni Brian Foy, peneliti penyekit bersumber binatang dari Colorado State University. Ia digigit nyamuk ketika berada di Senegal bersama timnya, dalam rangka mengumpulkan sampel nyamuk untuk penelitiannya.

Sepulang dari Senegal pada Agustus 2008, ia mengalami ruam di sekujur tubuh disertai sakit kepala, tidak bertenaga serta bengkak dan nyeri di persendian. Gejala serupa juga dialami oleh salah satu anggota tim yang mendampinginya, Dr Kevin Kobylinski.

Semula Foy dan rekannya diduga terjangkit semacam demam dengue yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Afrika. Namun dalam bebreapa hari berikutnya kondisi keduanya terus memburuk, bahkan disertai nflamasi (radang) prostat dan nyeri hebat saat buang air kecil.

Kecurigaan bahwa penyakit itu bukan dengue muncul ketika awal September 2008, istri Foy yakni Joy Chilson Foy juga mengalami gejala serupa. Anehnya anak-anak Foy tidak ada satupun yang mengalami demam apalagi disertai nyeri sendi dan neryi saat buang air kecil.

Setelah diperiksa ulang sampel darahnya, virus yang yang menyebabkan Foy jatuh sakit dipastikan bukan dengue biasa. Virus tersebut adalah Zika, viruspenyebab nyeri tulang dan sendi yang ditularkan oleh nyamuk-nyamuk di Afrika dan Asia Tenggara.

"Kuat dugaan, penyakit itu menular ke istri Foy ketika keduanya berhubungan seks sebelum gejala klinisnya muncul," ungkap Andrew Haddow dari University of Texas dalam laporannya di jurnal Emerging Infectious Diseases, seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (10/4/2011).

Kasus penularan virus zika melalui hubungan seks pada manusia baru pertama kali ini dilaporkan. Namun kemungkinan virus itu ditularkan melalui cairan sperma sudah pernah diteliti sebelumnya, meski masih terbatas pada hewan uji yakni babi hutan.

Seorang peneliti Jepang pernah menyuntikkan virus zika ke babi hutan jantan lalu mendapati virus ini pada spermanya beberapa hari kemudian. Virus tersebut lalu ditularkan ke babi hutan lainnya setelah babi yang terinfeksi tadi mengawini seekor babi betina.

Jadi kesimpulannya jika suami atau istri anda setelah berpergian dari Afrika anda harus mengecek dulu apakah dia menderita suatu sakit yang disebabkan virus atau tidak jika iya ada baiknya anda menjaga jarak dulu untuk sementara setidaknya sampai pasangan anda sembuh.

Taken From detik.com
Edited by drt
Photo: Thinkstock

Ingin Tahan Lama Dalam Berhubungan Seks? Sudah Saatnya Anda Mencoba Memakai Kondom


Banyak laki-laki yang tidak suka memakai kondom, tetapi tahukah anda bahwa kondom mempunyai keuntungan tersendiri ? Simaklah uraian singkat berikut ini untuk mengetahui beberapa hal yang menarik tentang kondom

Jakarta,
Banyak yang bilang berhubungan seks dengan kondom membuatnya menjadi tidak nyaman. Padahal menggunakan kondom bisa membuat pasangan menjadi rileks dan mempertahankan ereksi lebih lama.

Kondom selama ini lebih dikenal sebagai salah satu alat yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit infeksi menular seksual seperti herpes, HIV dan juga HPV, serta sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

"Tapi kondom juga bisa membantu seorang laki-laki mempertahankan ereksinya lebih lama," ujar Leslie M. Kantor selaku direktur Planned Parenthood Federation of America, seperti dikutip dari ABCNews, Sabtu (9/4/2011).

Kantor mengungkapkan bahwa laki-laki yang menggunakan kondom akan membuat pasangannya merasa lebih rileks dan santai sehingga bisa mencapai orgasme. Hal ini karena mereka tahu dengan menggunakan kondom bisa mengurangi risiko kehamilan atau tertular penyakit infeksi menular seksual, dengan begitu rasa khawatir dan juga cemas akan berkurang.

Kondisi ini akan membuat keduanya mengalami pengalaman seksual yang memuaskan sehingga meningkatkan kesempatan bagi keduanya untuk mencapai orgasme, sehingga meningkatkan kehidupan seksual.

Saat ini kondom tersedia dalam berbagai bentuk, tekstur dan juga rasa atau aroma yang bisa mengesampingkan anggapan miring tentang kondom. Bahkan beberapa diantaranya ada yang dilengkapi dengan cincin getar untuk merangsang penis dan klitoris.

Kantor menuturkan untuk menambah sensasi dan kesenangan dalam berhubungan seks, sebaiknya berikan sedikit pelumas berbasis air ke bagian dalam dan juga luar kondom. Serta kondom yang ada sekarang lebih tipis dibandingkan dengan 10 tahun lalu yang bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan saat bercinta.

Taken from detik.com
Edited by drt
pict from thin.stock

Sabtu, 09 April 2011

Pernah Bermain Bola Berjalan ??? Sebaiknya Anda Membaca Ini Dulu

Para pembaca yang bijaksana pasti pernah mendengar permainan bola berjalan, silahkan membaca artikel ini sebelum mencobanya

Jakarta, Saat ini marak ditemukan permainan bola besar yang bisa dimasuki orang lalu berjalan di atas air atau dikenal dengan walking ball. Tapi ternyata permainan ini menyimpan beberapa risiko dan cedera.

Jenis kegiatan rekreasi ini telah menjadi sangat populer. Seseorang akan dimasukkan dalam bola besar transparan yang mengapung di atas air atau rumput, saat orang tersebut berjalan maju maka ia akan terlihat seperti hamster yang bermain di atas rodanya.

Arena rekreasi ini biasanya dilakukan di taman hiburan, acara karnaval atau di pusat perbelanjaan. Umumnya anak-anak sangat menyukai kegiatan ini dan bahkan beberapa diantaranya membeli untuk digunakan sendiri di rumah.

Tapi tanpa disadari satu-satunya cara agar orang tersebut bisa keluar adalah ketika seseorang di luar membukakan lubang pada bola tersebut. Consumer Product Safety Commission (CPSC) Amerika Serikat menuturkan risiko cedera atau kematian mungkin terjadi jika orang yang didalam bola merasa tertekan.

CPSC melaporkan bahwa seseorang yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan seperti gangguan pada pernapasan, jantung atau penyakit paru-paru bisa menunjukkan gejala yang memburuk saat bermain dengan bola berjalan tersebut, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, sabtu (9/4/2011).

Sementara itu ada pula risiko-risiko lain yang berkaitan dengan permainan ini seperti:

1. Sesak napas akibat bola yang kedap udara, kondisi ini karena kadar oksigen yang menurun sementara kadar CO2 (karbondioksida) meningkat. Dalam beberapa menit kualitas udara di dalam bola tersebut bisa menyebabkan bahaya yang serius.
2. Tenggelam, jika bola yang berjalan di atas air ini mengalami kebocoran maka air akan masuk. Sementara orang yang berada di dalam bola tidak akan bisa keluar tanpa adanya bantuan dari luar.
3. Cedera, bola ini umumnya tidak memiliki pelindung, jadi jika bola bertabrakan satu sama lain atau menyentuh benda keras maka bisa menimbulkan risiko cedera.


Beberapa negara saat ini sudah ada yang menolak memberikan izin untuk permainan ini, sementara beberapa negara lainnya memberikan peraturan yang ketat terkait dengan permainan ini. Meskipun terlihat sederhana dan menyenangkan, permainan ini bisa menimbulkan beberapa risiko bagi pemainnya.

Taken from: detik.com
foto from thin.stock

Apa manfaat sirip ikan hiu ? Apa penggantinya ?




Banyak dari kita yang masih penasaran dengan manfaat mengkonsumsi sirip ikan hiu, didalam arrikel berikut akan ada sedikit uraian tentang manfaat mengkonsumsi sirip ikan hiu dan penggantinya yang terjangkau oleh kocek kita, silahkan dibaca

Jakarta,
Ikan hiu akan punah sebentar lagi jika terus diburu untuk diambil siripnya yang konon sangat berkhasiat. Padahal untuk sekedar mendapatkan manfaat sirip ikan hiu, ceker ayam yang lebih mudah didapat punya kandungan nutrisi hampir sama.

Salah satu kandungan bermanfaat dalam sirip ikan hiu adalah kartilago atau tulang rawan, yang diyakini mampu memperbaiki kekebalan tubuh dan mencegah kanker. Sama seperti sirip ikan hiu, ceker alias kaki ayam juga banyak mengandung kartilago untuk melapisi persendian.

Seperti yang diberitakan detikHealth sebelumnya, American Cancer Society pernah mengembangkan obat kanker dari bahan tulang rawan. Obat yang dibuat dari sirip ikan hiu itu cukup efektif, namun bahan bakunya sulit diperoleh dalam jumlah besar tanpa mengganggu keseimbangan biota laut.

Dalam hal ini jika ikan hiu harus dilindungi, maka ceker ayam bisa menjadi alternatif karena sama-sama banyak mengandung tulang rawan. Ceker ayam jelas lebih mudah didapatkan karena unggas ini memang dibudidayakan sehingga tidak mungkin punah meski dikonsumsi terus menerus.

Kandungan lain yang bisa ditemukan pada sirip ikan hiu maupun ceker ayam adalah glukosamin dan kondroitin, 2 senyawa yang berkhasiat sebagai antiradang alami. Sebuah penelitian di tahun 1995 membuktikan, kedua senyawa itu bisa meringankan gejala radang sendi atau osteoarthritis.

Kelebihan lain dari ceker ayam dibandingkan sirip ikan hiu adalah kandungan kolagennya yang sangat tinggi. Kolagen yang merupakan sejenis protein dan banyak dipakai dalam produk kecantikan ini banyak terdapat pada tulang, persendian, maupun bagian kulit yang mengeras pada ceker ayam.

Protein yang akan memberi sensasi rasa agak kenyal pada ceker ayam saat dimasak ini diyakini baik untuk kesehatan kulit karena bisa mengurangi efek penuaan termasuk kulit kusam dan keriput. Dikutip dari Wisegeek, Rabu (23/3/2011), kolagen juga baik untuk kesehatan rambut dan kuku, sehingga cocok bagi yang ingin menjaga kecantikan fisik.

Meski demikian, ceker ayam tidak banyak mengandung daging atau otot yang merupakan sumber protein utama. Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, imbangi hobi makan ceker ayam dengan makan dagingnya terutama bagian dada yang mengandung lebih banyak protein dan hanya sedikit lemak pada kulitnya.

Taken from detik.com
Edited by drt

Jumat, 08 April 2011

Bisakah penis patah ??


Sebelum kita membahas penis disamping adalah gambar anatomi penis dan bagian bagiannya

Bahasan menarik kali ini adalah, Bisakah penis itu patah ? artikel dari dr. Riocaesar berikut ini akan memberikan sedikit gambaran tentang itu

Pada saat keadaan terangsang, penis akan mengisikan bagian ruang yang bernama corpus cavernosum seperti yang bisa Anda lihat pada gambar potongan melintang anatomis penis diatas. Pada saat ruangan ini terisi penuh oleh darah sehingga menyebabkan penis menjadi bengkak dan keras maka terjadilah ereksi.

penis_fracture.jpg

Namun dalam keadaan hubungan seks yang terlalu kasar dan masturbasi dengan gerakan yang terlalu kasar bisa menyebabkan penis menjadi "patah" pada bagian corpus cavernosum ini dan dapat menimbulkan gejala:
1. Nyeri yang amat sangat
2. Kemerahan sampai biru pada daerah yang patah
3. Darah pada air seni

Penis yang patah ini merupakah salah satu keadaan darurat medis dimana diperlukan penanganan operasi oleh dokter bedah dengan segera karena cenderung dapat menyebabkan gangguan bentuk penis yang mengalami perubahan, dan gangguan pada ereksi sampai dengan impotensi.

Taken from medicalera.com

Kamis, 07 April 2011

Bolehkah puyer dicampur dengan antibiotik ? Apa alasannya ?

Bolehkah antibiotik dicampurkan dalam puyer ? artikel singkat dibawah ini akan membahas uraian singkat tentang hal ini silahkan dibaca.

Jakarta, Obat bayi umumnya diberikan dalam bentuk puyer yang mengandung beberapa jenis obat, salah satunya adalah antibiotik. Padahal antibiotik tidak boleh dicampurkan dengan obat lain.

"Obat antibiotik tidak boleh dicampur di dalam obat puyer dan harus terpisah, dosa besar itu," ujar Prof Iwan Dwi Prahasto dalam acara jumpa pers seminar 'Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

Prof Iwan menuturkan sekitar 47-68 persen antibiotik dicampur dengan obat lainnya dalam bentuk puyer. Kondisi ini masih ditemukan di pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas, dokter praktek swasta dan juga klinik.

"Dalam obat puyer tersebut biasanya antibiotik dicampur dengan obat analtetik atau analgesik lainnya," imbuh Prof Iwan.

Prof Iwan menyarankan masyarakat agar jangan mau diresepkan obat puyer, kalau pun harus menggunakan obat puyer tanyakan apakah mengandung antibiotik atau tidak serta lebih baik menghancurkannya sendiri.

Antibiotik seharusnya dikonsumsi sampai habis, tapi jika dicampur bersama dengan obat lain dalam bentuk puyer maka pemberian obat akan dihentikan saat gejalanya sudah hilang. Hal ini menyebabkan dosis antibiotik tidak dikonsumsi dengan tepat dan dapat memicu terjadinya resistensi.

Hal-hal lain yang menjadi masalah dalam obat puyer adalah kebersihan (apakah menggunakan masker dan sarung tangan saat meracik), dosis yang umumnya tidak sama tiap bungkus, homogenitas, higroskopis, penyerapan obat yang berbeda di dalam lambung, keterampilan serta interaksi antar obat.

Prof Iwan menuturkan interaksi antar obat bisa bermacam-macam seperti saling menguatkan, kadar obat lain ditekan, pengobatan menjadi tidak efektif, pengobatan menjadi beracun hingga kegagalan pengobatan.

Antibiotik banyak diberikan untuk diare dan ISPA

Berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2004 oleh UGM dan juga Bank Dunia terhadap 5 provinsi di Indonesia yaitu Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat dan Jawa Timur menemukan bahwa 87 persen pasien diare diberikan antibiotik dan 92-94 persen pasien ISPA diberikan antibiotik.

Rata-rata masyarakat hanya mengonsumsi antibiotik selama 1,2-2,7 hari. Kondisi ini ditemukan pada layanan kesehatan dasar seperti Puskesmas, dokter swasta dan juga klinik.

"Hal ini berarti sudah tidak tepat, pasien juga tidak mengonsumsinya dengan benar," ujarnya.

Prof Iwan menuturkan saat ini jika seseorang memiliki demam, batuk, pilek langsung dikasih antibiotik tanpa melihat mikrobanya, padahal antibiotik harus diberikan sesuai dengan bakteri yang menjadi penyebab penyakit tersebut.

"Masyarakat sebaiknya secara sadar untuk tidak membeli obat atau mengobati diri sendiri dan menanyakan setiap jenis obat yang diterimanya. Pada umumnya pilek, batuk dan diare tidak perlu antibiotik," ujar Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DrPH .

Untuk mengendalikan penggunaan antibiotik yang tidak rasional ini telah diluncurkan buku Panduan Penggunaan Antibiotik untuk Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan.


Edited by drt
taken from detik.com